Assalamualaikum wr.wb
Selamat pagi semuanya, selamat
berlibur dipagi minggu yang cerah ini walaupun kita disambut dengan kedinginan
dari angin yang berhembus tapi tetap bersyukur atas kenikmatan mentari yang
serta memberi kehangatan pada tubuh ini, sungguh nikmat Allah yang tak terkira
dan kita harus bersyukur atas apa yang Allah berikan terhadap diri kita ini,
mungkin sebagian orang pernah berdoa meminta rezeki yang banyak tapi sebagian
orang itu merasa doa mereka tidak terkabul karena yang mereka pinta rezeki yang
banyak itu hanyalah berupa uang atau kekayaan tapi disisi lain kita harus
mengerti dan harus tahu bahwa yang kita minta terhadap Allah itu selalu
dikasih, coba bayangkan kalo kita tidak berdoa meminta rizki kepada Allah
mungkin saat ini kita berbaring sakit dan harus berobat kerumasakit serta
membayar dengan uang yang banyak, nah dari situlah kita harus sadar bahwa rizki
kita sudah dikasih dengan contoh kecil tidak membayar rumahsakit karena kita
diberikan rezeki dari kesehatan dan kesempatan untuk menjalani hari ini dengan
lebih banyak rasa kenikmatan “aamiin ya rabbal’alamin”,
Mengenai masalah kesempatan saya
mau coba share pengalam saya terhadap apa yang saya alami dilima hari
kebelakang tepatnya hari selasa kemarin, sebelum membahas tentang apa yang saya
alami saya selama beberapa hari itu mengumpulkan beberapa informasi kepada
orang-orang yang mengetahui kejadian yang saya alami itu, sebelum kepembahasan
intinya seperti biasa saya akan mencoba menceritakan kembali dari kejadian ke
kejadian selanjutnya.
Tepat pukul 05:00.wib saya
dibangunkan oleh adik saya karena dia mendapat sebuah chat dari temen saya,
saya diminta mengantarkan dia kesebuah rumahsakit untuk melakukan ronsen dan
juga tes urin karena temen saya ini mau melengkapi data-data untuk kuliahnya,
akhirnya saya pun bangun dan melihat HP benar ternyata banyak chat yang masuk
dari temen saya itu dan saya membalas dengan meng-iya’kannya serta meminta
untuk bersiap-siap dulu mungkin saya tidak akan mau jika temen saya ini bukan
salah satu sahabat kecil saya karena dia adalah sahabat saya akhirnya saya
berangkatlah bersamanya ke rumahsakit yang jaraknya lumayan jauh, setelah
kurang lebih pukul 07:00.wib akhirnya saya sampailah disebuah rumahsakit itu
setelah beberapa jam dia melakukan pemerikasaan dan tes akhirnya dokter
memberikan informasi bahwa hasilnya itu keluar pukul 01:00.wib karena pada saat
itu masih jam sembilan akhirnya temen saya pun mengajak makan dan setelah makan
akhirnya jam menunjukan jam 10 dan kita pun memutuskan untuk berangkat menuju
sebuah masjid agung yang berada di taman kota setelah kita sampai disana akhirnya
kita beristirahatlah di depan pintu masuk mesjid dengan duduk santai sambil
bercerita apa adanya setelah beberapa lama akhirnya ada salah seorang kakek membuka
pintu dan beliau menyapa terhadap kami dengan sapaan assalamualaikum layaknya sesama
muslim akhirnya kita pun menjawabnya dengan serentak dan berjabatan tangan,
setelah beliau duduk beliau berbicara sangat memotivasi sekali terhadap diri
saya sampai beliau berkata baru kali ini ada pemuda yang datang ke mesjid
sebelum adzan beliau mengucurkan air mata sambil mengusap dengan sorbannya
beliau kembali memberikan sebuah ceramah yang membuat saya menyayat hati,
setelah beliau bercerita lama akhirnya adzan pun berkumandang dan kami pun
bergegas berwudhu serta masuk masjid dan menunaikan shalat dzuhur berjamaah,
setelah shalat selesai dan jamaah bubar akhirnya kamipun memutuskan untuk
berangkat kembali kerumahsakit dan setelah kami mau keluar dari parkiran kami
bertemu kembali dengan kakek itu dan dia berkata “de kalo ada apa-apa dijalan
ataupun dimana hubungi abah(kakek) ni save no abah” karena HP kita tidak ada
yang nyala kamipun tak ada yang menyimpan nomornya setelah, pengambilan hasil
tes dan ronsen temen saya akhirnya kami pulang kerumah dan sampai dirumah pukul
03:30.wib karena hari itu hari pertandingan sepakbola kampung saya akhirnya sayapun
langsung berangkat menuju lapangan dan mengikuti pertandingan dan sampai saat
ini pertandingan itu adalah pertandingan misteri bagi saya karena saya
mengikuti pertandingan tapi saya sendiri tidak mengingat dan merasakan bahwa
saya mengikuti dan bermain pada saat itu, namun setelah saya sadar saya melihat
dirumah itu sudah banyak tetangga dan orang-orang yang melihat saya dengan
keadaan menangis lalu dengan perasaan saya yang mulai aneh saya bertanya kepada
orang tua saya namun meraka tidak merespon saya bahkan mereka mau memandikan
saya dari situ saya berpikiran bahwa saya saat ini sudah meninggal, namun
setelah beberapa menit akhirnya orang tua saya memeluk saya dan berkata saya
selama 3 jam tidak sadarkan diri saat bermain bola dan saya bener-bener lupa
apa yang saya lakukan sebelum itu tapi dengan keadaan saya memakai baju tim
sepakbola serta kaki dan tangan saya berdarah saya akhirnya mulai percaya bahwa
saya bermain bola dilapangan setelah itu akhirnya saya inget ketika saya
bertemu seorang kakek di masjid beliau berkata kalau saya tidak shalat ashar
saya bakal bengo dari situlah saya benar-benar menyesal telah melalaikan shalat
wajib yang seharusnya jangan pernah ditinggalkan oleh tiap orang muslim didunia
ini, setelah saya mengumpulkan banyak informasi dari beberapa orang yang saya
pertanyakan mereka menjawab dengan jawaban yang membuat saya terharu ada yang
bilang saya saat bermain menanyakan pertandingan ini dimulai dari kapan, ada
yang bilang sayang menanyakan ini dunia nyata apa bukan, dan yang lebih parah
adik saya sendiri bilang saya lupa sama ibu dan bapak astagfirullah sungguh
diluar kesadaran saya, dan saya pun dibawa kesebuah dokter umum katanya saya
kena benturan benda keras di kepala bagian belakang sehingga cairan dari otak
saya berpisah dan selama cairan itu belum menyatu saya tidak akan mengetahui
apa-apa yang sedang terjadi, namun setelah saya benar-benar merasa sadar
akhirnya saya merasakan memang bener dikepala belakang saya sangat sakit, dan
setelah itu saya sangat percaya bahwa sebelum saya mendapatkan kejadian seperti
ini saya sudah benar-benar mendapat petunjuk dari berbagai peristiwa namun
mungkin karena saya masih belum melakukan dan menuruti apa yang telah orang
lain amalkan akhirnya saya diberikan sebuah teguran dari AllahSWT dan beruntung
teguran itu masih diberikan kesempatan kepada saya.
Dari kejadian itu saya sangan
bersyukur terhadap diri saya dan kepada Allah SWT yang mana telah memberikan saya
kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik dan memberikan kesempatan pula
untuk mengganti dosa-dosa yang pernah saya perbuat didunia ini, semoga dari
kutipan ini masih ada pelajar berharga bagi temen-temen pembaca dan juga semoga
dari setiap kejadian yang kita lewati saat ini di Rhidoi Allah SWT aamii ya
allah ya rabbal’alamin